Etnografi Komunikasi: Konstruksi Opini Publik Tradisi Akkarungeng Pilkades Soppeng
DOI:
https://doi.org/10.59895/deliberatio.v6i2.955Kata Kunci:
Etnografi Komunikasi, Opini Publik, Pilkades, Akkarungeng, PappasengAbstrak
Pada era post-truth, banjir informasi dan rumor politik di media sosial dapat memperbesar krisis kepercayaan dan fragmentasi opini publik. Namun, kajian komunikasi politik masih terbatas dalam menjelaskan cara masyarakat pedesaan menyaring informasi melalui saluran kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis tradisi Akkarungeng sebagai Sistem Filter Informasi Berbasis Kultural dalam konstruksi opini publik pada Pilkades serentak masa transisi. Penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi dilaksanakan selama lima bulan, April–Agustus 2026, di Desa Timusu, Mattabulu, dan Watu Tuo, Kabupaten Soppeng. Data diperoleh melalui observasi partisipan dan wawancara mendalam terhadap 15 informan dengan menerapkan informed consent dan penyamaran identitas. Data tutur dianalisis menggunakan delapan komponen SPEAKING Dell Hymes dan empat tahapan etnografi James Spradley. Hasil penelitian menunjukkan refungsionalisasi Akkarungeng menjadi arena meritokrasi karakter. Pappaseng Bugis menguatkan interpersonal trust dan mendorong cultural retreat dari polarisasi siber. Temuan ini menawarkan konsep cultural epistemic resistance sebagai model ketahanan pengetahuan lokal terhadap disinformasi, sekaligus mendorong pemanfaatan Tudang Sipulung dalam literasi politik masyarakat.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Andi Syadaruddin, Yusri, Wandi, Aldi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












