Normalisasi Cyberbullying Politik Berbasis GenAI dalam Komunikasi Politik di Instagram
DOI:
https://doi.org/10.59895/deliberatio.v6i2.956Kata Kunci:
Cyberbullying, GenAI, Instagram, Komunikasi partisipatif, NetnografiAbstrak
Penelitian ini mengkaji bagaimana cyberbullying politik dinormalisasi melalui komunikasi partisipatif pada kolom komentar Instagram yang merespons konten hiburan politik berbasis generative artificial intelligence (GenAI) di Indonesia. Penelitian berangkat dari persoalan komunikasi tentang bagaimana representasi politik memperoleh makna sosial melalui respons, pengulangan, dan validasi antarpengguna. Tujuannya adalah mengidentifikasi pola partisipasi, bentuk cyberbullying, dan mekanisme normalisasi yang muncul dalam interaksi komentar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi dan analisis tematik induktif terhadap 952 komentar dari sepuluh unggahan Instagram yang menampilkan tokoh politik Indonesia dalam format satire, parodi, atau hiburan berbasis AI. Hasil menunjukkan bahwa humor, ikut tren, dan interaksi antarpengguna menjadi bentuk partisipasi utama, sementara cyberbullying muncul melalui ejekan, julukan negatif, sarkasme, penghinaan, dan body shaming. Normalisasi tampak ketika ekspresi agresif memperoleh tawa, dukungan, mention, dan pengulangan label dari pengguna lain. Penelitian menyimpulkan bahwa cyberbullying dapat menjadi praktik komunikasi kolektif ketika partisipasi memberikan validasi sosial terhadap agresi. Penelitian lanjutan disarankan membandingkan platform dan jenis konten, menganalisis unsur visual GenAI, serta mewawancarai pengguna untuk memahami batas yang mereka tetapkan antara humor, kritik politik, dan perundungan.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Nicholas Reynard, Ana Kuswanti, Rini Riyantini

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












