Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi https://deliberatio.net/index.php/jikom <p>Jurnal Deliberatio merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Nusa Cendana, Kupang, NTT sejak 2021.</p> <p>Jurnal ini ditujukan untuk mengembangkan dan memublikasikan berbagai karya keilmuan mahasiswa Ilmu komunikasi berdasarkan hasil telaahan (penelitian lapangan), book review, dan atau Penelitian Kepustakaan (Library Research) tentang ilmu komunikasi.</p> <p> </p> <h1>Fokus dan Ruang Lingkup</h1> <p>Fokus dan ruang lingkup <strong>Jurnal Deliberatio </strong>yakni Ilmu Komunikasi, meliputi kajian media digital dan konten kreatif, kajian jurnalisme, kajian hubungan masyarakat, studi budaya dan pariwisata, dan topik-topik lain yang sejenis/relevan dengan bidang komunikasi.</p> id-ID elfrid140127@gmail.com (Herman Elfridus Seran, S.Sos., M.I.Kom) jikom.undana@gmail.com (Sharon Claudia Rambu Podu Diah, S.I.Kom., M.A.) Thu, 30 Apr 2026 16:18:03 +0700 OJS 3.3.0.11 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Mediatisasi Olahraga sebagai Tontonan: Tinjauan Naratif Ekonomi Politik Bulu Tangkis di Indonesia https://deliberatio.net/index.php/jikom/article/view/877 <p>Mediatisasi olahraga berperan dalam kompleksitas bulu tangkis dengan spektrum pengalaman budaya dan hiburan yang luas. Di Indonesia, bulu tangkis merupakan contoh utama bagaimana narasi media, platform daring, dan logika pasar mendefinisikan kembali relevansi budaya dan nilai komersial olahraga ini. Melalui mediatisasi, makna dan nilai inti bulu tangkis tidak hanya dipengaruhi tetapi juga direkonstruksi secara fundamental. Penelitian ini bertujuan untuk memahami mediatisasi olahraga dan ekonomi politik bulu tangkis. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan naratif dengan perspektif masyarakat tontonan dari Guy Debord. Kriteria pencarian menggunakan kata kunci ‘komunikasi olahraga’, ‘tontonan olahraga’, ‘bulu tangkis di Indonesia’, dan ‘mediatisasi olahraga’ dalam kurun waktu 2016-2025. Penelitian ini mengidentifikasi tiga tema utama yang menjadi kerangka analisis, yaitu mediatisasi olahraga sebagai tontonan tanpa batas, ekonomi politik bulu tangkis, serta budaya visual yang membentuk ilusi persatuan. Penelitian ini menunjukkan bahwa bulu tangkis telah bertransformasi dari olahraga berbasis keterampilan fisik menjadi mega-spectacle global yang beroperasi dalam logika kapitalisme media dengan adanya mediatisasi dan komodifikasi. Budaya visual dalam bulu tangkis menciptakan ilusi persatuan melalui nasionalisme yang termediasi, namun pada saat yang sama tersembunyi fragmentasi, ketimpangan akses, dan eksploitasi dalam ekosistem media olahraga.</p> Ambar Alimatur Rosyidah, Adhara Suwanta, Muhammad Rifky Raditya Firdaus Hak Cipta (c) 2026 Ambar Alimatur Rosyidah, Adhara Suwanta, Muhammad Rifky Raditya Firdaus https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://deliberatio.net/index.php/jikom/article/view/877 Thu, 30 Apr 2026 00:00:00 +0700 PENGARUH PROMOSI DIGITAL TIKTOK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN GENERASI Z JAKARTA DENGAN MEDIASI E-WOM https://deliberatio.net/index.php/jikom/article/view/880 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh promosi digital terhadap keputusan pembelian dengan <em>Electronic Word of Mouth</em> (E-WOM) sebagai variabel mediasi pada Generasi Z pengguna TikTok di Jakarta. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pesatnya pertumbuhan TikTok sebagai platform pemasaran digital serta tingginya intensitas penggunaan oleh Generasi Z yang menjadikannya kelompok konsumen potensial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan paradigma positivistik dan desain <em>explanatory research</em>. Sampel penelitian berjumlah 107 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, uji hipotesis, dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi digital berpengaruh signifikan terhadap E-WOM dan keputusan pembelian dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 &lt; 0,05. Selain itu, E-WOM juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian serta mampu memediasi hubungan antara promosi digital dan keputusan pembelian dengan nilai uji Sobel sebesar 4,37 &gt; 1,96. Temuan ini menegaskan bahwa interaksi pengguna melalui ulasan, komentar, dan rekomendasi di TikTok menjadi faktor penting dalam membentuk keputusan pembelian Generasi Z. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan teori pemasaran digital serta menjadi referensi bagi pelaku usaha dalam merancang strategi promosi yang lebih efektif.</p> <p> </p> Aisha Anindya Salsabila, Rini Darmastuti, Deasy Carolina Hak Cipta (c) 2026 Aisha Anindya Salsabila, Rini Darmastuti, Deasy Carolina https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://deliberatio.net/index.php/jikom/article/view/880 Thu, 30 Apr 2026 00:00:00 +0700 Platformized Youth Engagement: Institutional Political Communication on Instagram in Indonesia's 2024 Election https://deliberatio.net/index.php/jikom/article/view/871 <p>Platformisasi komunikasi politik telah mengubah secara mendasar cara lembaga penyelenggara pemilu menjangkau pemilih muda, namun bagaimana institusi negara secara strategis mengonstruksi keterlibatan politik Generasi Z dalam ruang publik yang terplatformisasi masih belum dipahami secara memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) mengonstruksi keterlibatan politik pemilih pemula Generasi Z melalui Instagram selama Pemilihan Umum 2024, serta mengidentifikasi mekanisme keterlibatan yang dihasilkan dari beragam logika konten institusional. Dengan pendekatan kualitatif dan metode analisis isi terarah terhadap unggahan Instagram KPU RI periode 18 Desember 2023 sampai 18 Februari 2024, penelitian ini mengintegrasikan kerangka Four Pillars of Social Media Strategy dan model Stimulus–Organism–Response (SOR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPU RI menerapkan strategi konten multidimensional—edukatif, hiburan, kolaboratif, dan partisipatif—yang memicu beragam mekanisme keterlibatan, mulai dari legitimasi sipil rasional hingga partisipasi afektif dan performatif. Keterlibatan yang terbentuk cenderung berupa visibilitas simbolik dan ekspresi diri, selaras dengan praktik media digital Generasi Z, namun tidak berkorelasi langsung dengan perilaku elektoral. Temuan ini berkontribusi pada kajian komunikasi politik dengan mengungkap mekanisme simbolik yang menghubungkan desain konten institusional dengan respons Generasi Z, sekaligus mengisi kesenjangan riset pada konteks demokrasi non-Barat yang terplatformisasi.</p> Frederik Masri Gasa, Albertus Dewa Putra Agung, Felisianus Novandri Rahmat Hak Cipta (c) 2026 Frederik Masri Gasa, Albertus Dewa Putra Agung, Felisianus Novandri Rahmat https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://deliberatio.net/index.php/jikom/article/view/871 Thu, 30 Apr 2026 00:00:00 +0700 Strategi Komunikasi Digital KKP dalam Kampanye Swasembada Garam melalui Instagram @kkpgoid https://deliberatio.net/index.php/jikom/article/view/889 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya komunikasi digital dalam menyampaikan kebijakan publik melalui media sosial, khususnya Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi digital Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam kampanye Swasembada Garam melalui Instagram @kkpgoid serta mengetahui kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi konten <em>feeds, reels, story, dan caption </em>Instagram @kkpgoid, serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model RACE (<em>Research, Action, Communication, Evaluation</em>). Hasil penelitian menunjukkan bahwa KKP telah menerapkan strategi komunikasi digital melalui tahap riset, perencanaan, pelaksanaan komunikasi, dan evaluasi. Strategi yang dilakukan meliputi penggunaan konten visual informatif, penyederhanaan pesan kebijakan, serta pemanfaatan fitur <em>reels</em> dan <em>caption</em> yang komunikatif sesuai karakteristik audiens digital. Namun, pelaksanaan komunikasi digital masih menghadapi kendala, seperti pengemasan pesan kebijakan yang kompleks, audiens yang heterogen, dinamika algoritma media sosial, serta pengukuran dampak komunikasi yang masih berfokus pada indikator kuantitatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi digital KKP telah menerapkan seluruh tahapan model RACE, tetapi belum optimal pada aspek interaktivitas dan evaluasi dampak komunikasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan komunikasi yang lebih partisipatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan audiens, serta evaluasi yang tidak hanya berfokus pada <em>engagement</em>, tetapi juga pada pemahaman dan partisipasi publik terhadap program Swasembada Garam.</p> Aulia Herlita, Vivien Febri Astuti Hak Cipta (c) 2026 Aulia Herlita, Vivien Febri Astuti https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://deliberatio.net/index.php/jikom/article/view/889 Thu, 30 Apr 2026 00:00:00 +0700