MEDIA MASSA, PROPAGANDA POLITIK DAN KOMODIFIKASI
(Studi Semiotika Roland Barthes Pada Film Dirty Vote)
DOI:
https://doi.org/10.59895/deliberatio.v5i1.543Kata Kunci:
Media Massa, Priming, Propaganda Politik, Komodifikasi, Semiotika, FilmAbstrak
Media massa memiliki kekuatan besar dalam pembentukan opini publik melalui konten yang diproduksi. Dalam perkembangannya, praktek media massa berada di antara kepentingan elite tertentu atau pemilik media itu sendiri. Salah satu metode yang digunakan media massa dalam membentuk dan menyebarkan isu adalah melalui film. Film pada titik tertentu dapat menjadi pembentuk dan dinamisator intepretasi seseorang atas suatu kejadian tertentu. Penelitian ini berfokus pada praktik propaganda politik dan komodifikasi yang dilakukan pada film Dirty Vote. Tujuan dari penenelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana praktik propaganda politik dan komodifikasi yang dilakukan pada film Dirty Vote. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis, dengan metode penelitian semiotika. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat delapan praktik propaganda yang terkandung dalam film Dirty Vote. Selain itu, film ini juga mengandung praktik komodifikasi, yaitu komodifikasi isi dan komodifikasi khalayak. Komodifikasi isi yang terdapat dalam film ini terdapat pada scene satu yang mengandung agitasi terhadap audiens sedangkan komodifikasi khalayak pada film ini terlihat pada chanel youtube PSHK yang dimana film ini sudah mendapatkan 9,6 juta penonton, 422 ribu suka dan 112 ribu komentar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film ini mengandung ideologi ekonomi dan politik. propagnda politik yaang dikontruksikan dalam priming pada film Dirty Vote yaitu berupa data-data mengenai pemberitaan-pemberitaan sebelumnya.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Lila Efrianto Missa, Mas’amah, Emanuel S. Leuape

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.