Etnografi Kritis Tentang Konstruksi Identitas Atas Pembatalan Ritual Pembukaan Leva Masyarakat Lamalera
DOI:
https://doi.org/10.59895/deliberatio.v6i2.964Kata Kunci:
Pertarungan, Konstruksi Identitas, Leva Nuang, Etnografi Kritis, LamaleraAbstrak
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan membongkar relasi kuasa yang dikonstruksikan melalui praktik komunikasi dalam pertarungan kepentingan atas pembatalan pembukaan masa Leva tahun 2025. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi praktik hegemoni melalui wacana dominan dalam mengkonstruksi identitas Masyarakat Lamalera pasca pembatalan ritual pembukaan masa Leva tahun 2025. Penelitian ini menggunakan Paradigma Kritis dengan metode Etnografi Kritis. Teori yang digunakan adalah teori Anthoni Gramscy yang menekankan pada proses pertarungan untuk mengamankan sumber kepentingan masing – masing. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembatalan ritual pembukaan masa leva bukanlah sebuah kegagalan teknis melainkan sebuah permainan antara pihak-pihak yang berkepentingan dengan saling memperebutkan modal masing-masing. Komunikasi hadir sebagai ruang mediasa sekaligus mereproduksi dan menantang kekuasaan dan legitimiasi. Dampak yang ditimbulkan dari ketegangan ini tidak sebanding kuasa keputusan yang di ambil. Hal ini membuktikan bahwa adanya hegemoni yang berlapis yang melahirkan fragmentasi identitas yang tidak pernah bersifat final dan terus dinegosiasikan.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Martini Dominika Areq Hobamatan, Yermia Djefri Manafe, Yeheskial A. Roen

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












