Kajian Etnografi Komunikasi dalam Tradisi Leva Nuang di Desa Lamalera
DOI:
https://doi.org/10.59895/deliberatio.v6i2.953Kata Kunci:
Leva Nuang, Etnografi Komunikasi, Lamalera, Tradisi, SakralAbstrak
Leva Nuang adalah musim melaut atau musim menangkap ikan paus secara tradisonal di Desa Lamalera, Wulandoni, Lembata, Nusa Tenggara Timur. Tradisi Leva Nuang berlangsung pada musim Leva (Mei–September) dan selalu didahului oleh serangkaian ritual adat yang sakral. Ritual tersebut meliputi ritual Tobu Nama Fatta, Ie Gerek, Misa Arwah, Misa Leva dan Tena fule. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tahapan-tahapan pelaksanaan tradisi Leva Nuang serta mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk dan komponen komunikasi dalam tradisi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah etnografi komunikasi dengan analisis SPEAKING dari Dell Hymes. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa setiap tahapan ritual menunjukkan adanya peristiwa komunikasi yang mencerminkan nilai adat, spiritualitas, dan kehidupan sosial masyarakat Lamalera. Delapan komponen komunikasi yang dianalisis meliputi Setting, Participants, Ends, Act Sequence, Key, Instrumentalities, Norms, dan Genre. Komponen tersebut tercermin dalam penggunaan ruang sakral, keterlibatan pemangku adat dan masyarakat, tujuan ritual, rangkaian doa dan syair adat, suasana sakral, penggunaan bahasa serta simbol budaya, aturan komunikasi, dan bentuk tuturan ritual. Tradisi Leva Nuang menjadi media komunikasi budaya yang memperkuat solidaritas sosial, menjaga hubungan dengan Tuhan, leluhur, dan alam, serta mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Bernard Mario Stenly Rianghepat, Ferly Tanggu Hana, Maria Yulita Nara

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












