Nilai Tuturan Dalam Ritual Hode Uran Wai Pada Masyarakat Desa Dulitukan, Lembata
DOI:
https://doi.org/10.59895/deliberatio.v6i1.606Kata Kunci:
Fungsi Ritual, Nilai Tuturan, Ritual Hode Uran Wai, Masyarakat Desa DulitukanAbstrak
Ritual Hode Uran Wai merupakan upacara adat bagi masyarakat Desa Dulitukan, Ritual ini diselenggarakan pada bulan oktober setiap tahun. Ritual Hode Uran Wai merupakan satu-satunya cara masyarakat memulihkan keadaan atas kasalahan mereka dan memohon turunnya air hujan serta perlindungan pada Tuhan dan Leluhur Lera Wulan Tanah Ekan (Bapa di surga dan Bapa yang di bumi). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna yang terkandung dalam ritual hode uran wai, untuk mendeskripsikan nilai yang terkandung dalam ritual hode uran wai dan fungsi tuturan yang terkandung dalam ritual hode uran wai. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan data diperoleh dari observasi, wawancara kepada masyarakat yang menjalankan ritual serta beberapa dokumentasi terkait ritual. Teori yang digunakan adalah teori pendekatan Strukturalisme yang dikemukakan oleh Edmund Leach. Hasil menunjukan terdapat makna religius, makna permohonan, makna kebersamaan dan persatuan, makna estetika. Kemudian terdapat nilai religius, nilai kebersamaan dan nilai estetika. Adapun beberapa fungsi ritual diantaranya fungsi perlindungan atau berkat, baik dari kekuatan ilahi, alam, atau sesama anggota masyarakat, Pelestarian Budaya dan Identitas Kelompok. Ritual Hode Uran Wai memiliki peran besar dalam melestarikan budaya dan memperkuat identitas kelompok. Selain itu ritual berfungsi sebagai sarana kohesi sosial untuk meningkatkan rasa persatuan, persaudaraan, dan kekeluargaan. Penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih jauh tentang pengalaman pribadi dalam memaknai ritual.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Maria D. Lelangona, Aloysius Liliweri, Emanuel S. Leuape

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












